Ceritaku tahun 2009 melempar batu ke pengendara sepeda motor didepan jalan depan rumahku, hal itu terjadi waktu malam karena pikiranku terus diledek dan baru disiarkan. Terus mengompori pikiranku sampai otakku seperti ditarik-tarik dan dipalu sangat sakit sampai tidak bisa dibuat tidur, akhirnya kulempar batu orang yang komentar gak enak sekaligus kutantang untuk berkelahi walau satu singosari. Satu sepeda motor boncengan dua terkena tangkinya karena ngomongi pikiranku mulai perempatan dan kudiam kulihati, kata yang dibonceng biar dulu nanti ........
sampai sekarang gak ada yang protes masalah pelemparan dan tidak ada yang lapor polisi untuk menangkap Faridul Busro.
Memang semua orang disingosari bangsat semua, tidak suka aku mewakili lomba pikiran disiarkan mewakili negara, katanya bikin malu aku karena juara satu dunia, sampai diambil semua namaku, prestasi dengan tukar caci makian untuk diriku mulai 2009-2024. Jamput semua pelakunya.
Aku dimasukkan Rumah sakit jiwa saiful anwar mulai 2009 biar aku dikira stress dan tidak kehitung prestasi lomba pikiran disiarkan agar seluruh dunia tahu aku bukan juara karena stress, aku bertahan karena obat bukan alami lomba natural otak. gak peduli mewakili semua rakyat bangsa dan negara tetap dijegal termasuk orang tuaku juga ikut menjegal dan mengapesi, mensiali dan membodohi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar